Sebelum kita mendalami Polis Asuransi, alangkah baiknya kita mengetahui apa itu Asuransi dan bagaimana cara memilih polis Asuransi yang tepat. Meski asuransi bukan lagi sebuah hal yang terdengar asing pada pendengaran kita, namun pada kenyataannya hingga saat ini ada banyak sekali orang yang kurang memahami seluk beluk dan berbagai hal mengenai asuransi.

Asuransi merupakan sebuah hal yang cukup kompleks, di mana anda akan membutuhkan pemahaman dan juga pertimbangan yang matang sebelum menggunakannya.

Sedangkan Polis asuransi merupakan sebuah bukti perjanjian tertulis yang dilakukan oleh pihak perusahaan asuransi (penanggung) dengan nasabah pengguna layanan asuransi (tertanggung), yang isinya menjelaskan segala hak dan kewajiban antara kedua belah pihak tersebut.

Bisa dipastikan bahwa pemahaman yang kurang, akhirnya akan menurunkan minat sebagian besar orang untuk menggunakannya. Di Indonesia sendiri, perkembangan asuransi terbilang cukup baik dan menggembirakan, ini bisa terlihat dari banyaknya jumlah perusahaan asuransi yang memberikan layanan dan bisa tetap bertahan hingga saat ini seperti perusahaan penyedia layanan asuransi jiwa dan layanan asuransi kesehatan ternama.

Perusahaan asuransi ternama seperti Prudential, Allianz, Sinarmas, AXA Mandiri, dan Cigna menjadi contoh perusahaan penyedia layanan asuransi terbaik di Indonesia Jumlah pengguna asuransi di Indonesia juga menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun, kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan jiwa serta aset mereka semakin tinggi dan membuat mereka memilih untuk menggunakan layanan asuransi.

Hal ini juga tentu didukung oleh banyaknya jenis asuransi yang bisa dipilih dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat banyak, sehingga orang bisa dengan mudah memilih dan menggunakan jenis asuransi tertentu yang paling tepat untuknya.

Pengertian Polis Asuransi

Sebagaimana kita ketahui, asuransi memiliki banyak istilah-istilah yang berbeda dari yang biasa kita dengar. Hal ini tentu bisa membuat pemahaman yang salah serta menimbulkan beragam asumsi yang kurang tepat.

Sebelum menggunakan layanan asuransi, sebaiknya anda memang memahami dengan benar berbagai macam istilah yang digunakan di sana, sehingga anda tidak salah menafsirkan hal tersebut di kemudian hari. Jangan sampai anda menggunakan layanan asuransi tanpa mengerti dengan jelas berbagai macam istilah yang digunakan di dalamnya

Salah satu istilah yang paling sering kita dengar di dalam asuransi adalah polis asuransi. Ada banyak orang yang beranggapan bahwa polis asuransi adalah sejumlah dana yang akan dibayarkan ke perusahaan asuransi setiap bulannya (premi), hal ini tentu saja sangat tidak tepat karena terdapat perbedaan arti yang sangat jauh antara premi asuransi dan polis asuransi.

Polis asuransi merupakan sebuah bukti perjanjian tertulis yang dilakukan oleh pihak perusahaan asuransi (penanggung) dengan nasabah pengguna layanan asuransi (tertanggung), yang isinya menjelaskan segala hak dan kewajiban antara kedua belah pihak tersebut. Polis asuransi akan menjadi bukti tertulis yang sah dalam perjanjian yang dilakukan oleh pihak penanggung dan pihak tertanggung.

Dengan adanya polis asuransi, maka kedua belah pihak yang melakukan perjanjian asuransi tersebut akan terikat dan memiliki masing-masing tanggung jawab sebagaimana yang telah disepakati sejak awal. Polis asuransi merupakan hal yang sangat penting di dalam layanan asuransi itu sendiri, karena polis akan melindungi setiap hak dan kewajiban nasabah dan pihak perusahaan asuransi.

Fungsi Polis Asuransi

Mengingat pentingnya sebuah polis asuransi, maka sudah sewajarnya jika anda harus memahami keseluruhan isi dari polis asuransi yang dimiliki. Hal ini akan menghindarkan anda dari sejumlah kerugian yang bisa saja muncul di hari yang akan datang akibat kurangnya pemahaman anda terhadap semua detail yang tertulis di dalam polis asuransi yang anda gunakan.

Bagi kedua belah pihak antara tertanggung dan penanggung, polis asuransi memiliki fungsi masing-masing, yakni:

Fungsi polis bagi nasabah pengguna asuransi (tertanggung):

1.Menjadi alat bukti tertulis atas jaminan penanggungan atas berbagai risiko dan penggantian kerugian yang mungkin terjadi pada tertanggung, di mana kerugian tersebut tertulis di dalam polis
2.Menjadi bukti pembayaran premi yang diberikan kepada pihak perusahaan asuransi selaku penanggung
3.Menjadi bukti paling otentik untuk menuntut penanggung, jika sewaktu-waktu lalai atau tidak memenuhi jaminan yang menjadi tanggungannya.

Fungsi polis bagi perusahaan asuransi (penanggung):

1.Menjadi alat bukti atau tanda terima premi asuransi yang dibayarkan oleh pihak tertanggung
2.Menjadi bukti tertulis atas jaminan yang diberikannya kepada tertanggung untuk membayar ganti rugi yang mungkin diderita oleh tertanggung
3.Menjadi bukti paling otentik untuk menolak tuntutan ganti rugi atau klaim yang diajukan oleh tertanggung, jika penyebab kerugian tersebut tidak memenuhi syarat polis yang dimiliki.

Cara Memilih Polis yang Tepat

Ada banyak jenis asuransi yang ditawarkan oleh pihak perusahaan asuransi, hal ini dilakukan dengan satu tujuan yakni mendapatkan jumlah nasabah yang lebih besar serta keuntungan yang lebih tinggi. Dengan banyaknya jumlah tersebut, maka anda sebagai nasabah juga memiliki banyak pilihan yang bisa anda sesuaikan dengan kebutuhan yang dimiliki.

Setiap perusahaan asuransi tentu akan memiliki kebijakan masing-masing yang mereka terapkan di dalam produk asuransi yang mereka jual. Semua hal ini akan anda temukan di dalam polis asuransi yang mereka tawarkan, hal inilah yang kemudian menjadi sangat penting untuk anda cermati sejak awal, karena ada banyak kasus di mana terjadi persengketaan akibat pemahaman polis yang salah dari pengguna layanan asuransi.

Jika anda tidak bisa memahami setiap detail yang terdapat di dalam polis, maka ada baiknya anda meminta penjelasan dari pihak ketiga, dalam hal ini biasanya jasa yang digunakan adalah broker asuransi. Broker asuransi dapat menjelaskan dan membantu anda memilih sebuah produk asuransi yang paling tepat dan memang benar-benar anda butuhkan, sehingga anda tidak akan membuang-buang uang untuk membeli sebuah polis asuransi yang tidak memiliki manfaat maksimal bagi diri anda.

Di dalam prakteknya, perusahaan asuransi akan sangat detail dalam membuat isi polis asuransi yang mereka jual. Namun hal yang sebaliknya justru terjadi pada nasabah yang akan menggunakan asuransi tersebut, di mana ada banyak sekali orang yang malas membaca polis asuransi yang akan dibelinya. Jika hal tersebut yang terjadi, lalu kapan dan bagaimana anda akan memahami isi keseluruhan polis asuransi tersebut?

Penting sekali untuk membaca dan memahami isi polis dengan benar, sebelum anda membelinya. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa anda pertimbangkan dalam mendapatkan polis asuransi yang tepat:

1. Sesuaikan dengan Kebutuhan Anda

Ada banyak jenis layanan asuransi yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi, hal ini tentu berbanding lurus dengan banyaknya polis yang mereka tawarkan. Sebagai calon nasabah, maka akan sangat penting bagi anda untuk benar-benar memahami jenis asuransi yang anda butuhkan. Jangan membeli asuransi yang perlindungannya sama sekali tidak anda butuhkan, tindakan ini hanya akan membuang-buang uang.

Contoh: anda telah memiliki sebuah asuransi kesehatan murni, namun karena tertarik dengan produk asuransi kesehatan unit link, maka anda menggunakannya juga. Sementara kedua asuransi tersebut tidak memungkinkan anda melakukan double claim, maka penggunaan asuransi kesehatan unit link adalah hal yang sia-sia saja. Jika anda memang ingin berinvestasi, maka anda bisa melakukannya secara terpisah dari layanan asuransi (investasi murni).

2. Gunakan yang Menerima Double Claim

Ketika anda menggunakan dua layanan asuransi kesehatan sekaligus (misalnya satu fasilitas kantor dan yang lainnya dana pribadi), maka upayakan untuk menggunakan layanan asuransi kesehatan yang bisa double claim, di mana asuransi pribadi anda tersebut bisa di klaim hanya dengan menggunakan fotokopi kuitansi yang dikeluarkan oleh rumah sakit. Ini akan memberi anda manfaat yang maksimal atas penggunaan asuransi tersebut.

3. Satu Polis untuk Satu Keluarga

Ada layanan asuransi yang memungkinkan anda menggunakan satu polis secara bersamaan dengan anggota keluarga lainnya. Ini jauh lebih hemat, di mana anda hanya perlu membayar satu polis saja untuk seluruh anggota keluarga.

4. Pahami Syarat-Syarat yang Ditentukan

Ada banyak hal yang tertulis dalam polis asuransi, salah satu yang paling penting untuk anda cermati adalah mengenai ketentuan mengajukan klaim. Meski setiap perusahaan memiliki ketentuan yang berbeda, namun berikut ini adalah ketentuan standar yang harus anda pahami sejak awal:

Sistem perhitungan premi yang diterapkan dan besaran premi yang harus anda bayarkan
Jenis pertanggungan yang bisa diklaim, seperti: syarat rawat inap, pilihan rumah sakit/klinik, jenis layanan rumah sakit yang bisa diklaim (biaya kamar, jasa dokter, obat-obatan, dan yang lainnya).

Pilih dan Gunakan yang Paling Tepat

Dalam memilih polis asuransi, maka anda wajib memahami jenis asuransi yang anda butuhkan. Pilih layanan asuransi dari sebuah perusahaan asuransi yang kredibel dan bisa dipercaya, sehingga anda bisa mendapatkan layanan terbaik dari mereka.

Kenali Istilah-Istilah Asuransi Jiwa Ini agar Berasuransi Lebih Menyenangkan

Ada banyak istilah dalam asuransi jiwa. Yuk, mengenal 10 di antaranya agar berasuransi menjadi lebih menyenangkan bagi kamu.

Perlahan tapi pasti, asuransi jiwa kini sudah semakin menjadi bagian hidup masyarakat Indonesia yang menginginkan keuangan pribadi nan sejahtera. Asuransi menjadi salah satu pondasi penting apabila kamu berniat membangun keuangan pribadi yang sehat.

Ini karena asuransi jiwa dapat membantu kamu mengelola risiko finansial yang bisa sewaktu-waktu muncul dan berimbas pada keuangan pribadi. Dengan begitu, pengelolaan keuangan dapat berjalan terencana demi mewujudkan kesejahteraan finansial.

Namun, harus diakui, kendati asuransi jiwa sudah semakin familiar, belum semua kalangan masyarakat akrab dengan konsep asuransi jiwa, termasuk berbagai macam istilah-istilah umum dalam asuransi jiwa. Nah, agar berasuransi terasa lebih mudah dan menyenangkan, saatnya mengenali 10 istilah-istilah penting dalam asuransi jiwa yang wajib kamu ketahui. Yuk, simak di bawah ini:

1. Polis asuransi jiwa

Polis asuransi jiwa adalah kontrak perjanjian kerjasama yang tertulis dan berkekuatan hukum antara perusahaan penyedia asuransi dengan pemegang polis. Dalam hal ini, perusahaan asuransi bersedia menanggung risiko yang dimiliki tertanggung dalam jangka waktu tertentu sesuai perjanjian. Adapun pemegang polis berkewajiban membayar sejumlah premi sebagai biaya pengalihan risiko.

Polis asuransi jiwa biasanya memuat detil kontrak perjanjian antara lain, hak dan kewajiban perusahaan asuransi sebagai penyedia asuransi, hak dan kewajiban pemegang polis, cakupan perlindungan asuransi, aturan pengecualian perlindungan, hal-hal yang membatalkan perlindungan asuransi, lembar pertanggungan, syarat umum polis, ketentuan khusus dan juga copy surat permohonan asuransi jiwa (SPAJ).

Polis asuransi merupakan dokumen penting yang harus kamu simpan dengan baik dan mudah diakses sewaktu-waktu sebagai tanda bukti kontrak asuransi. Kamu akan membutuhkannya ketika kelak melakukan klaim.

2. Tertanggung asuransi jiwa

Tertanggung artinya orang atau pihak yang mendapatkan jaminan kerugian dari perusahaan penyedia asuransi jiwa ketika terjadi risiko sesuai perjanjian yang disepakati. Sebagai contoh, dalam asuransi jiwa, tertanggung adalah kepala keluarga yang memiliki nilai ekonomi.

Jadi, ketika suatu saat kepala keluarga tersebut selaku tertanggung asuransi meninggal dunia, perusahaan asuransi akan mengeluarkan sejumlah uang pertanggungan sebagai ganti rugi pada penerima manfaat.

Tertanggung asuransi belum tentu pemegang polis. Demikian juga sebaliknya, pemegang polis belum tentu bertindak sebagai tertanggung asuransi. Misalnya, kamu membeli asuransi kesehatan untuk istri dan anak . Di sini, kamu bertindak sebagai pemegang polis sekaligus tertanggung asuransi. Sedangkan istri dan anak adalah tertanggung asuransi

3. Premi asuransi jiwa

Premi adalah sejumlah pembayaran yang tercantum dalam polis yang disetujui oleh pemegang polis untuk dibayarkan kepada perusahaan asuransi. Premi menjadi konsekuensi dari pengalihan risiko yang dilakukan oleh pemegang polis kepada perusahaan asuransi.

Besar kecil premi asuransi jiwa dipengaruhi oleh berbagai faktor mulai dari jenis produk, usia dan gaya hidup tertanggung, jenis kelamin hingga hasil pemeriksaan kesehatan tertanggung.

Perusahaan asuransi biasanya memberikan pilihan pembayaran, mulai bulanan, semesteran hingga tahunan.

4. Biaya akuisisi

Biaya yang perlu kamu bayarkan untuk mendapatkan layanan sebagai nasabah asuransi. Biasa juga dimengerti sebagai biaya penerbitan polis, termasuk di sini adalah untuk pembayaran biaya agen dan biaya operasional perusahaan asuransi.

5. Rider (manfaat tambahan asuransi)

Rider merupakan manfaat tambahan yang bisa kamu sertakan pada program asuransi dasar. Rider dirancang untuk memberikan tambahan proteksi dengan biaya lebih murah. Contoh, sebuah produk asuransi jiwa biasanya memiliki rider asuransi kesehatan atau asuransi penyakit kritis.

Penambahan manfaat tambahan mempengaruhi pula besar premi yang harus kamu bayarkan selaku pemegang polis. Semakin banyak rider yang diambil, biasanya semakin mahal pula premi yang harus kamu bayarkan.

6. Cash Value (Nilai Tunai)

Sejumlah uang yang merupakan nilai tebus polis pada periode waktu tertentu dan dijamin sebagai hak pemegang polis. Nilai tunai biasanya dimiliki oleh produk asuransi seperti asuransi jiwa berbentuk unit link atau asuransi dwiguna (endowment). Nilai tunai dalam unit link terbentuk dari dana pemegang polis yang dialokasikan khusus untuk investasi.

7. Automatic Premium Loan (Pinjaman Premi Otomatis)

Istilah ini merujuk pada kebijakan pengambilan secara otomatis nilai tunai dari sebuah polis asuransi jiwa, apabila si pemegang polis belum membayarkan premi hingga masa tenggang (grace period) berakhir. Contohnya, kamu memiliki asuransi unit link yang berpremi Rp500 ribu per bulan.

Karena tengah banyak menanggung pengeluaran, kamu menunda pembayaran premi hingga melewati tanggal jatuh tempo. Supaya perlindungan asuransi kamu tetap berlaku dan polis tidak hangus (lapse), secara otomatis nilai tunai yang sudah terbentuk akan diambil untuk menutup premi. Dengan catatan, nilai tunai yang kamu miliki mencukupi untuk membayar premi tersebut. Meski begitu, fitur ini sudah jarang dipakai di asuransi unit link.

8. Uang Pertanggungan

Istilah ini merujuk pada sejumlah uang yang harus dibayarkan oleh perusahaan asuransi apabila terjadi klaim dari pemegang polis atas risiko yang telah dijaminkan dalam program asuransi.

Sebagai gambaran, Asri membeli produk asuransi jiwa dengan tertanggung diri sendiri. Asuransi jiwa yang ia beli tersebut memiliki uang pertanggungan Rp2 miliar.

Ketika suatu saat Asri meninggal dunia, maka perusahaan asuransi akan mencairkan uang pertanggungan sejumlah Rp2 miliar dan memberikan pada penerima manfaat yang telah ia tunjuk sesuai tertulis dalam polis.

Jumlah uang yang harus dibayarkan perusahaan asuransi kalau terjadi klaim dari pemegang polis atas risiko yang dijamin dalam program asuransi.

9. Lapse

Ketika memiliki asuransi jiwa, kamu selaku pemegang polis wajib membayarkan sejumlah premi sesuai perjanjian dalam polis. Apabila premi tidak kamu bayarkan hingga melampaui masa tenggang (grace period) yang pada umumnya selama 45 hari, maka secara otomatis polis asuransi jiwa kamu menjadi batal atau lapse. Hindari pembatalan polis yaitu dengan disiplin membayarkan premi sesuai perjanjian.

Ketika polis statusnya menjadi lapse, maka perlindungan asuransi tidak berlaku. Artinya jika sudah lapse dan terjadi risiko, maka perusahaan asuransi tidak menanggung risiko tersebut

Kamu bisa mengaktifkan fitur autodebet yang tersedia dalam rekening bank untuk membayar premi secara otomatis. Dengan begitu, risiko lapse bisa kamu minimalisasi.

Premi yang tidak dibayarkan hingga melampaui masa tenggang bisa membuat polis batal (masa efektif polis berhenti).

10. Klaim

Istilah ini merujuk pada tuntutan yang diajukan oleh pihak pemegang polis kepada perusahaan asuransi agar membayarkan hak pemegang polis sesuai prosedur yang ada. Contoh mudah, kamu memiliki asuransi jiwa dengan tambahan manfaat asuransi kesehatan. Suatu ketika kamu terserang penyakit demam berdarah dan harus dirawat inap di rumah sakit.

Sakit demam berdarah termasuk risiko yang ditanggung oleh perusahaan asuransi. Jadi, kamu bisa mengajukan klaim pada perusahaan asuransi untuk membayar ganti rugi finansial berupa biaya rawat inap dan pengobatan sakit demam berdarah.

Nah, itu dia 10 istilah-istilah penting dalam asuransi jiwa yang wajib kamu ketahui dan pahami. Dengan memahami istilah-istilah penting dalam asuransi jiwa, kamu bisa mengoptimalkan manfaat asuransi.

Harus diakui, kendati asuransi jiwa sudah semakin familiar, belum semua kalangan masyarakat akrab dengan konsep asuransi jiwa, termasuk berbagai macam istilah-istilah umum dalam asuransi jiwa, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *