Kucing dapat dilatih untuk melakukan beberapa trik. Meskipun melatih kucing tidak semudah melatih seekor anjing. Melatih kucing membutukan kesabaran dan waktu yang tidak sedikit. Namun melatih kucing Anda dapat menciptakan karakter yang baik bagi kucing Anda.

Melatih kucing juga membantu Anda untuk berkomunikasi padanya dan memberitahunya mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Hal ini akan sangat membantu pemilik kucing untuk dapat mengendalikan perilaku kucing mereka.
Berikut kami bahas satu-persatu.

Cara melatih kucing bersalaman antara lain:

1. Ajari Kucing Dengan Clicker

Clicker merupakan sebuah kotak plastik kecil berisikan sebuah keping logam yang kaku. Pada saat ditekan, logam ini akan mengeluarkan suara “klik-klik” yang terbilang unik. Clicker dapat Anda temukan di toko hewan.
Teori pelatihan dengan menggunakan clicker akan mengajari kucing mengenai hubungan antara suara klik dengan pemberian hadiah. Dengan memberikan hadiah kepada kucing akan kucing peliharaan lebih merespons.

2. Melatih Dengan Kata-Kata

Anda juga bisa melatih kucing tanpa menggunakan clicker dan memakai kata-kata saja. Tapi tentu saja cara ini jauh lebih susah. Karena Anda memakai kata-kata didalam percakapan sehari-hari, tapi Anda tidak mengarahkannya pada kucing. Sehingga kemungkinan dia tidak bakalan memperhatikan kata-kata Anda.

Apalagi jika Anda memakai kata perintah “salaman,”. Besar kemungkinan kucing sudah pernah mendengar kata itu, tapi dalam konteks yang berbeda. Sehingga mereka jadi bingung dan tidak tahu kapan ia diharapkan merespons.

3. Menggunakan Camilan yang Disukai

Kucing kadang pilih-pilih makanan, dan hadiah yang disukai satu kucing mungkin tidak menarik untuk yang lain. Pelatihan akan lebih cepat dan lebih mudah jika Anda sudah menentukan camilan favorit kucing peliharaan Anda.
Anda mungkin dapat memberikan beberapa camilan kucing buat dicoba serta melihat mana yang menjadi favorit kucing Anda.

4. Pilih Waktu Berlatih

Salah satu cara melatih kucing agar bersalaman adalah dengan memilih waktu yang pas untuk berlatih. Waktu yang paling pas melakukan latihan clicker yaitu pada saat kucing sedang rileks. Tapi bukan berarti tidur serta pada saat kucing duduk dekat Anda. Anda dapat memulai latihan kapan saja ketika kucing memperhatikan Anda. Jangan melatih pada saat kucing baru saja bangun, karena bisa jafi kucing masih pening. Jika kucing terlihat seperti itu, Anda bisa memberikan waktu kurang lebih lima menit sebelum memulai pelatihannya.

5. Ulangi Sesi Latihan

Jangan lupa untuk mengulangi sesi latihannya. Bisa dengan waktu lain di hari yang sama, atau bisa juga Anda mengulang pada keesokan harinya. Anda bisa melakukan latihan menggunakan clicker lagi. Terus menerus mengulang sesi latihan secara teratur, akan membuat kucing menghubungkan hadiah camilan dengan suara clicker.

6. Memberikan Hadiah

Saat sesi pelatihan jangan lupa untuk selalu memberikan hadiah kepada kucing peliharaan Anda.Tiap kucing memiliki kecepatan belajar yang berbeda. Tapi kebanyakan kucing menemukan hubungan hadiah dengan clicker setelah melakukan dua atau tiga kali latihan dengan durasi selama lima menit.

7. Melatihnya Dengan Konsisten

Anda juga harus melatihnya dengan konsisten, Anda harus mengulangi pelatihan dengan clicker sekali hingga dua kali sehari. Tentunya setiap hari, sampai kucing bisa menangkap asosiasinya. Jika kucing sudah mengenali serta menemukan hubungannya. Mereka akan menatap Anda dengan penuh harap. Bahkan mereka tak jarang menjilat mulutnya setelah Anda membunyikan clicker.

8. Tunggu, Kemudian Ulangi

Waktu yang lain pada hari yang sama, atau pada keesokan hari. Anda bisa mengulangi seluruh proses yang sudah Anda lakukan. Anda bisa mengangkat kaki kucing jika dia tidak bisa melakukannya sendiri. Anda bisa langsung menekan clicker serta memberikan hadiah jika kucing melakukan dengan spontan.

9. Memberi Instruksi Sebelum Menekan Clicker

Ketika kucing mulai terbiasa bahkan sering mengangkat kakinya sendiri. Anda bisa untuk mencoba memberi instruksi tambahan yaitu “salaman” tanpa perlu menggunakan clicker. Ketika kucing peliharaan meletakkan kakinya didalam tangan Anda. Tekanlah clicker serta jangan lupa untuk memberikan hadiah.

Suara klik seperti pertanda adanya hadiah, dengan kata-kata instruksi yang memberi tahu pada kucing mengenai tindakan yang harus mereka lakukan guna mendapatkan hadiah. Sasaran Anda yaitu membuat kucing bisa merespons kata “salaman” tanpa Anda perlu menekan clicker dan menghubungkan camilan dengan instruksi.

10. Mengurangi Camilan Seiringnya Waktu

Jika mereka sudah semakin terbiasa, Anda tidak perlu lagi memberikan mereka hadiah setiap kali melakukan triknya.
Tapi tidak masalah jika Anda memberikan kucing camilan. Setidaknya setiap tiga hingga empat kali sehingga kucing Anda tidak perlu berkecil hati.

Selalu menutup setiap sesi dengan memberikan hadiah. Mengakhiri sesi dengan memberikan hadiah, ternyata bisa memberikan dukungan konsisten serta positif sehingga kucing akan bertindak seperti yang Anda inginkan.

11. Melatihnya Dari Kecil

Kucing sendiri sebenarnya meripakan makhluk yang independen. Selain Anda melatihnya dengan tekun Anda harus melakukan hal ini sedini mungkin. Semakin muda umur kucing memulai pelatihannya, mereka akan jauh lebih responsif kepada Anda. Serta kemungkinan keberhasilan pelatihan jauh lebih besar.

12. Jangan Memaksa Kaki Kucing Tetap Dalam Tangan

Jangan pernak memaksakan kaki kucing buat tetap dalam genggaman tangan Anda. Kucing bisa jadi mencakar Anda agar dapat kabur. Selain itu, kucing yang Anda potong kukunya dapat memiliki kaki yang jauh sensitif. Apalagi jikan Anda baru saja memotong kuku mereka. Jika sudah begini, Anda harus menghadapi kucing dengan lemah lembut.

13. Hindari Memaksa Kucing Berlatih

Hindari untuk memaksa kucing mempelajari suatu trik. Jika mereka tidak tertarik, Anda bisa mencoba lagi pada lain hari. Karena jika Anda memaksakan untuk melatih kucing. Kucing bisa mengalami stress bahkan bisa mencakar Anda.

Melatih kucing agar mengerti bahasa manusia

Tips di bawah ini akan membantu Anda berkomunikasi dengan kucing.

1. Memuji kucing

Untuk memuji kucing, gunakan nada bicara yang tinggi dan suara bahagia, serta berikan isyarat dengan satu tangan.

2. Melatih perilaku

Untuk memperbaiki perilakunya, gunakan suara tegas. Bahasa tubuh Anda harus sesuai dengan nada suara. Seperti ketika Anda mengisyaratkan kucinguntuk duduk dan makan, gunakan telunjuk Anda, tunjuk ke arah lantai.

3. Mengajari batasan

Saat kucing menganggu ketika Anda sedang mengerjakan tugas di laptop, katakan “jangan” dengan nada suara yang lembut dan tegas, kemudian singkirkan kucing. Ketika kucing mulai melanggar batas, Anda harus meperingatkannya beberapa kali. Opsi lain adalah gunakan nada yang tajam ketika kucing buang kotoran sembarangan.

4. Suara dan bahasa tubuh

Jika Anda menggunakan nada suara, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh yang konsisten, kucing tidak akan kesulitan dalam memahami apa yang Anda katakan. Semakin sering berkomunikasi dengan kucing, semakin Anda akan mengerti satu sama lain.

5. Gunakan bunyi-bunyian

Cara melatih kucing dengan menggunakan bunyi-bunyian, Anda juga dapat menggunakan bunyi-bunyian ketika mendapati kucing sedang bandel.

Misalnya ketika kucing menggigit dan menyakar, gunakan suara nyaring seperti misalnya tepukan tangan yang keras atau suara mendesis agar kucing menjadi kaget dan berhenti. Dengan melakukan hal ini, kucing akan mengerti konsekuensi bandel dan tidak melakukannya lagi di kemudian hari.

6. Melatih menggunakan bak pasir

Cara melatih kucing menggunakan bak pasir tidaklah terlalu sulit. Karena kucing merupakan hewan bersih, mereka memiliki kecenderungan untuk mengubur kotorannya di suatu tempat. Persiapkan satu bak pasir yang sudah diisi pasir kucing di tempat yang tenang dan aman. Letakkan kucing di dalam bak pasir tersebut untuk mengenalkan mereka dengan tempat buang kotoran yang baru.

Jika Anda mendapati kucing buang kotoran sembarangan, letakkan kotoran tersebut di bak pasir sehingga kucing akan mengingat baunya dan akan buang kotoran selanjutnya di bak tersebut. Bersihkan bak pasir dari kotoran setiap harinya, karena kucing tidak suka buang hajat di tempat yang kotor.

7. Berikan makanan yang tepat

Kucing yang hidup di dalam rumah memiliki kebutuhan asupan gizi yang berbeda dengan kucing yang hidup di luar.

Melatih kucing berdiri

1. Mencari dan Menentukan Sistem Reward

Metode pertama, anda mesti mencari dan menentukan sistem hadiah. Apakah kucing merespons baik terhadap pujian, makanan, atau mainan. Jika metode ini lancar, anda bisa menggunakan hadiah untuk membujuk kucing agar melakukan trik berdiri.

a.Menggunakan Makanan/Camilan

Beberapa kucing rela melakukan apa pun demi camilan atau makanannya. Namun anda mesti mencari tahu, apa makanan favoritnya. Sebab kucing pun memiliki selera yang berbeda. Kucing A lebih suka tuna, kucing B lebih suka salmon, kucing C lebih suka potongan daging kalkun, dll.

b.Menggunakan Clicker Training

Kucing-kucing bisa merespons cepat terhadap pelatihan clicker. Perangkat ini bisa anda beli di toko. Ketika tombolnya ditekan, alat ini bisa mengeluarkan bunyi klik. Gunanya bisa untuk sarana ekspresi, kalau kucing sudah berusaha dengan baik.

Untuk memulainya, anda bisa menggunakan suguhan makanan dulu. Klik clicker sampai bersuara, lalu iringi dengan pemberian hadiah. Praktikkan secara rutin. Sampai kucing akan belajar, bahwa bunyi clicker bisa menjadi pertanda adanya hadiah. Bunyi perangkat ini juga bisa memotivasi kucing untuk bertingkah sesuai dengan pelatihan yang anda berikan.

c.Perhatikan apakah kucing merespons pujian

Kucing dikenal sebagai hewan yang cuek. Kadang saking “tidak acuhnya”, mereka akan mengabaikan pujian anda. Namun tentu saja, tidak semua kucing demikian. Mereka memiliki temperamen yang berlainan.

Ada kucing mandiri yang serba tidak peduli, ada juga kucing manja yang mengapresiasi pujian dari anda. Oleh karena itu, anda mesti peka, apakah kucing memang memberikan respons baik terhadap pujian verbal atau belaian. Kadang pada fase latihan, apresiasi tersebut juga sudah cukup.

2. Memperkuat Perilaku

Metode ini akan melancarkan langkah-langkah pertama yang sudah anda tempuh. Ada pun cara-caranya yaitu sebagai berikut:

a.Curi perhatian kucing

Anda tentu tidak bisa memberikan pelatihan, jika kucingnya saja tidak memerhatikan. Maka anda harus mencuri perhatiannya. Misalnya dengan cara memegang camilan/kudapan kesukaannya, tepat di depan hidungnya. Dengan begitu, kucing akan mengendus dan memerhatikan anda. Lalu ketika ia tertarik, anda bisa menarik lengan, sampai kucing jadi fokus pada anda.

b.Perketat

Sebagai langkah awal, anda bisa memberikan hadiah ketika kucing sekadar mengangkat kaki atau seperti mengais-ngais. Lama-lama, anda mesti memberikan makanan ketika ia benar-benar berdiri sempurna. Seiring waktu, anda mesti tegas untuk tidak dulu menekan clicker, memberi hadiah, atau mengeluarkan pujian ketika kucing belum berdiri dengan benar.

3. Hati-hati Jangan Sampai Terperangkap

a.Hindari menghukum kucing

Hukuman tidak akan mendapatkan respons yang baik dari kucing. Ketika dihukum, bukannya membaik, kucing justru akan membangkang atau kabur. Jika pelatihan terus diisi dengan hukuman, bukan tidak mungkin hanya akan mengasingkan kucing.
Cara-cara seperti berteriak atau menyakiti kucing secara fisik sebaiknya jangan pernah dilakukan. Kucing bisa rentan stres, sehingga bisa mengundang masalah lain. Ada pun ketika kucing bersikap bandel, anda bisa “menghukum” dengan cara tidak menawarkan camilan/kudapan. Cara tersebut sudah cukup.

b.Perhatikan bahasa tubuh atau respon negatif

Jika pelatihan pada kucing membuatnya stres, ia mungkin akan menolak untuk bersikap sesuai kehendak anda. Mesti ada kepekaan yang menunjukkan kalau kucing sedang takut, stres, atau melakukan agresi. Jika kucing tampak kesal, tidak perlu memaksakan pelatihan. Anda bisa melanjutkan sesi latihan di lain waktu.
Ketika kucing tampak menahan telinganya, mungkin ia sedang agresif atau justru takut. Mata kucing juga menyiratkan respons tertentu. Ketika sedikit membesar, ia sedang merasa takut. Namun ketika melotot, ia sedang menunjukkan agresi.

Suasana hati kucing juga bisa dilihat dari ekornya. Jika bulu ekornya berdiri, kucing mungkin sedang ketakutan atau marah. Jika kucing melipatkan ekor di kedua kakinya atau memegang ekornya dengan posisi rendah, ia sedang merasa takut. Ada pun kucing yang tampak merontak sedang menunjukkan potensi agensi atau kemarahan.

c.Waspadai sesi latihan pada kucing yang punya masalah persendian

Anda mesti peka, sehingga tidak memaksakan berbagai trik untuk semua kucing. Jika ia sedang menderita masalah persedian, sebaiknya tidak menerapkan pelatihan yang akan menyakiti dirinya. Ada pun ketika kucing obesitas atau kelebihan berat badan, usahakan untuk membuatnya olahraga dan diet. Dengan demikian, badannya akan cukup bugar dan ia siap menjalani sesi latihan.

Cara melatih kucing tidak begitu susah bukan. Jika sudah hobi, kucing pun bisa menjadi penurut dan tidak akan mengecewakan seperti sebelumnya, semoga bermanfaat.

Sumber:Google.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *