Sign in / Join

Dijamin Untung, Ini Cara Efektif dan Aman Kelola Keuangan

29
0
Share:

Saat ini masyarakat Indonesia sedang memasuki era tatanan kehidupan baru (new normal), dan ketidakpastian ekonomi masih menjadi hal yang harus diwaspadai. Saat ini pengelolaan keuangan menjadi prioritas utama dalam menjaga keseimbangan antara pengeluaran dan pendapatan, termasuk investasi.

Berbicara soal investasi, istilah investasi sering dianggap sebagai momok yang rumit dan hal yang hanya diperuntukkan untuk orang-orang yang bekerja di industri keuangan. Apakah benar? Tentu tidak. Semua orang pasti bisa berinvestasi tentunya dan bisa mencapai kestabilan serta independent dalam hal keuangan.

Investasi merupakan sebuah konsep finansial yang bisa membantumu mencapai kestabilan finansial demi masa depan dan bahkan keuntungan. Gimana sih cara memulainya? Yuk simak langkah dasar memulai investasi yang semua pasti bisa coba!

Cara Efektif dan Aman Kelola Keuangan

1.Tentukan Tujuan Keuanganmu

Sadar nggak sih, setiap hal yang kita kerjakan tanpa perencanaan akan berakhir membuang-buang waktu? Sering terjadi ketika kita berbelanja di supermarket tanpa daftar belanja, kita akan berakhir pada banyak pilihan barang dan impulsif. Sama halnya dengan perencanaan keuangan, kita harus punya tujuan dan prioritas yang dapat diukur sehingga tujuan keuangan kita tercapai.

Rumit? Tidak kok. Kamu bisa menentukan tujuan keuangan kamu berdasarkan jangka waktu yakni tujuan keuangan jangka pendek seperti liburan tujuan jangka menengah seperti biaya pendidikan dan l, tujuan keuangan jangka panjang seperti tabungan pensiun.

2. Simpan uang kamu dalam instrumen investasi berisiko rendah

Ketika kamu sudah menyisihkan bagian dari pendapatan kamu, langkah selanjutnya adalah menabung. Tabungan kamu bisa disimpan dalam bentuk instrumen berisiko rendah. Instrumen investasi berisiko rendah tidak memerlukan biaya yang besar.

Sekarang terdapat beberapa ragam instrumen investasi yang dimulai dari satu juta rupiah. Apa saja sih instrumen investasi berisiko rendah yang dapat menjadi langkah pertama perjalanan investasi kamu, pertama Deposito, kemudian surat utang, obligasi pasar sekunder.

3. Jangan Lupa Siapkan Dana Darurat

.

Dana darurat adalah hal yang tidak kalah pentingnya dalam menjalani hidup yang penuh dengan ketidakpastian. Tanpa dana darurat, kita bakal kesulitan saat membutuhkan uang dalam keadaan darurat. Salah satu contoh konkret adalah masa pandemi Covid-19, di mana ketidakpastian ekonomi sedang melanda negara.

Pengelolaan keuangan dengan memanfaatkan ragam peluang investasi yang berisiko rendah tidak hanya dapat digunakan sebagai dana darurat tetapi juga untuk memperoleh keuntungan. Saat ini investasi dapat dilakukan oleh semua orang tanpa harus melalui proses yang rumit dan dana yang besar melalui digibank by DBS.

“Kegiatan perbankan yang termasuk di dalamnya pengelolaan keuangan kerap dianggap rumit oleh masyarakat. Lama waktu yang dibutuhkan dan proses yang cenderung panjang sering dinilai sebagai hambatan bagi setiap orang yang ingin memulai perjalanan keuangan mereka.”

4. Kumpulkan Dokumen Keuangan

Sebelum Anda mulai, kumpulkan semua laporan keuangan, termasuk laporan bank, akun investasi, tagihan utilitas terbaru, tagihan kartu kredit, penerimaan dari tiga bulan terakhir, pernyataan hipotek atau pinjaman mobil, dan lainnya.

Sehingga ketika Anda ingin memiliki akses ke informasi apa pun tentang pendapatan dan pengeluaran, salah satu kunci dari proses pembuatan anggaran adalah membuat rata-rata pengeluaran bulanan. Semakin banyak informasi yang dapat Anda gali, semakin baik.

5. Hitung Penghasilan

Berapa penghasilan yang bisa Anda harapkan setiap bulan. Hitung penghasilan dalam bentuk gaji reguler dengan dikurangi pajak, maka jumlah penghasilan bersih yang jadi pegangan.

Jika Anda wiraswasta atau memiliki sumber pendapatan luar, catat total penghasilan ini sebagai jumlah bulanan. Jangan lupa masukkan pula seperti tunjangan anak, asuransi dan lainnya.

Sedangkan jika Anda memiliki penghasilan variabel (misalnya, dari pekerjaan musiman atau freelance), pertimbangkan untuk menggunakan penghasilan dari bulan berpenghasilan terendah dalam satu tahun terakhir sebagai penghasilan dasar saat menyiapkan anggaran.

6. Buat Daftar Pengeluaran Bulanan

Tuliskan daftar semua pengeluaran yang Anda harapkan selama sebulan. Daftar ini dapat meliputi, pembayaran hipotek atau sewa, pembayaran mobil, pertanggungan, bahan makanan, keperluan, hiburan, perawatan Pribadi, makan di luar, penitipan anak, biaya transportasi, perjalanan, pinjaman pelajar, tabungan dan lainnya.

Anda juga bisa menggunakan laporan bank, kwitansi, dan laporan kartu kredit dari tiga bulan terakhir untuk mengidentifikasi semua pengeluaran.

7. Tentukan Biaya Tetap dan Variabel

Pengeluaran tetap adalah pengeluaran wajib yang harus Anda bayarkan dengan jumlah yang sama untuk setiap waktu. Sertakan barang-barang seperti pembayaran hipotek atau sewa, pembayaran mobil, layanan internet set-fee, penjemputan sampah, dan pengasuhan anak reguler.

Jika Anda membayar pembayaran kartu kredit standar, sertakan jumlah itu dan pengeluaran penting lainnya yang cenderung tetap sama dari bulan ke bulan.

Kemudian jika Anda berencana untuk menyimpan jumlah tetap atau melunasi sejumlah utang setiap bulan, sertakan juga tabungan dan pembayaran utang sebagai biaya tetap. Biaya variabel adalah jenis yang akan berubah dari bulan ke bulan, seperti, bahan makanan, bensin, hiburan, makan di luar, dan lainnya.

Maka apabila Anda tidak memiliki dana darurat, sertakan kategori untuk “biaya tak terduga” yang mungkin muncul selama sebulan dan menggagalkan anggaran Anda. Mulailah menetapkan nilai pengeluaran untuk setiap kategori, dimulai dengan pengeluaran tetap Anda.

Kemudian, perkirakan berapa banyak yang harus Anda keluarkan per bulan untuk pengeluaran variabel. Jika Anda tidak yakin berapa banyak yang Anda belanjakan dalam setiap kategori, tinjau dua atau tiga bulan terakhir kartu kredit atau transaksi bank Anda untuk membuat perkiraan kasar.

8. Total Penghasilan dan Pengeluaran Bulanan

Jika penghasilan lebih tinggi dari pengeluaran, Anda akan memulai awal yang baik. Uang tambahan ini berarti Anda dapat menempatkan dana untuk bidang anggaran, seperti tabungan pensiun atau melunasi utang.

Jika Anda memiliki lebih banyak pendapatan daripada pengeluaran, pertimbangkan untuk mengadopsi filosofi penganggaran “50-30-20”. Dalam anggaran 50-30-20, “kebutuhan,” atau pengeluaran penting, harus mewakili setengah dari anggaran, keinginan harus mencapai 30 persen lagi, dan penghematan dan pembayaran utang harus menjadi 20 persen terakhir dari anggaran.

Jika pengeluaran Anda lebih dari penghasilan Anda, itu berarti terlalu banyak berbelanja dan perlu melakukan beberapa perubahan.

9. Buat Penyesuaian untuk Biaya

Jika Anda berada dalam situasi di mana pengeluaran lebih tinggi dari pendapatan, temukan area dalam pengeluaran variabel yang dapat Anda potong. Carilah tempat-tempat yang dapat Anda kurangi pengeluaran seperti makan lebih sedikit atau menghilangkan kategori membatalkan keanggotaan gym Anda.

Namun, apabila pengeluaran jauh di atas penghasilan, atau Anda memiliki utang yang signifikan, mengurangi biaya variabel mungkin tidak cukup. Anda mungkin perlu memangkas pengeluaran tetap dan meningkatkan penghasilan Anda untuk menyeimbangkan anggaran.

Usahakan agar kolom pendapatan dan pengeluaran menjadi sama. Saldo yang sama ini berarti semua penghasilan diperhitungkan dan dianggarkan untuk tujuan pengeluaran atau tabungan tertentu.

Sekian artikel dari Cara Efektif dan Aman Kelola Keuangan, semoga bermanfaat dan sukses selalu..

Share: